Ilmuwan Mengungkap Manusia Purba Menghindari Kawin Sepupu Atau Saudara Sedarah
Jakarta - Sekelompok ilmuwan menganalisis kembali DNA manusia purba yang hidup selama 45.000 tahun lalu. Hasilnya mengejutkan manusia purba
jarang memilih sepupu atau saudara sedarah mereka sebagai pasangan.
Seperti dilansir dari Max-Planck-Gesellschaft Kamis (16/9/2021), dalam
kumpulan information global dari 1.785 individu, hanya 54, yaitu sekitar
tiga persen, yang menunjukkan tanda-tanda khas orang tua mereka sebagai
sepupu.
Seluruh 54 itu tidak mengelompok dalam ruang atau waktu, menunjukkan
bahwa perkawinan sepupu adalah peristiwa sporadis dalam populasi purba
yang dipelajari. Khususnya, bahkan pada kategori pemburu-pengumpul yang
hidup lebih dari 10.000 tahun yang lalu, perkawinan antara sepupu adalah
pengecualian.
Para peneliti mengembangkan alat komputasi baru untuk menyaring DNA
purba pada keterkaitan orang tua. Alat ini mendeteksi bentangan panjang
DNA yang identik dalam dua salinan DNA, satu diwarisi dari ibu dan satu
dari ayah. Semakin dekat orang tua terkait, semakin panjang dan lebih banyak segmen identik tersebut.
"Dengan menerapkan teknik baru ini, kami dapat menyaring lebih dari
sepuluh kali lebih banyak genom purba daripada sebelumnya,"kata Harald
Ringbauer dari MPI-EVA, peneliti utama studi tersebut.
Selain mengidentifikasi perkawinan kerabat dekat, metode baru ini juga
memungkinkan para peneliti mempelajari keterkaitan latar belakang.
Keterkaitan tersebut berasal dari biasanya banyak hubungan jauh yang
tidak diketahui dalam populasi kecil.
Sebagai hasil utama, para peneliti menemukan dampak demografi yang
substansial dari inovasi pertanian. Hal ini selalu diikuti oleh
penurunan yang mencolok dalam hubungan latar belakang orang tua, yang
menunjukkan peningkatan ukuran populasi.
Dengan menganalisis transek waktu lebih dari selusin wilayah geografis di seluruh dunia,
para peneliti memperluas bukti sebelumnya bahwa ukuran populasi meningkat dalam
masyarakat yang mempraktikkan pertanian dibandingkan dengan strategi
subsisten pemburu-pengumpul.
Komentar
Posting Komentar